Ini adalah beberapa gambar dari siswa-siswi SMAN 62, lho!. Bagus-bagus ya gambarnya :D
Resensi 2014
Ini dia film-film yang akan ditayangkan pada tahun 2014. Check it out guys!!
Pengetahuan Umum
Seputar Colosseum nih guys, check it out!
Opini
Opini opini para siswa siswi 62 tentang resolusi mereka tahun 2014. Check it out!
Thursday, November 6, 2014
TIPS-TIPS MENINGKATKAN RANKING
Pastikan kalian ngga mau nilai kalian jadi yang terendah diantara temen-temen? Kalau
sampe kejadian, pasti malu dong... Masa kalo ngerjain tugas, kalian ngga connect sama materinya, terus? Jalan pintasnya nyontek tanpa tau
apa yang dipelajari? Masih jaman kaya begitu?
Nah kali ini mau ngasih beberapa tips cara buat ningkatin nilai
kalian. Mau tau kan rahasianya?
Okay, let’s
get stared!
1. Kerja kelompok
Dengan
kerja kelompok (kerkel), kalian bisa sharing satu sama lain. Nih misalnya
kejadian tuh kaya pristiwa di atas. Kalian jangan bener-bener nyontek! Kalian
fahami dulu jawaban temen itu, terus kalau masih ada yang ga ngerti tanya ‘kenapa bisa begini?’ ‘kok gini sih?’ dan
sebagainya.
Kalian
merasa sibuk? Ga usah kerkel di rumah temen, kerkel di sekolah kan juga bisa toh...
2. Latihan soal
Sebenernya
tuh untuk (at least) menstabilkan
nilai tuh ga susah! Dengan latihan
soal, kita bisa lebih lengket sama jawaban-jawaban yang diminta oleh soal.
Usahain deh 5 soal untuk 1 mata
pelajaran per malam (syukur-syukur bisa lebih).
3. Mengenali metode belajar
Ga semua orang metode
belajarnya sama. Ada yang hanya mendengarkan, dia bisa menangkap apa yang
diterangkan oleh guru, ada juga yang menghafalnya dengan cara menulis, dan masih banyak lagi. Kenali metode
belajar kalian, mana yang lebih enjoy di
kalian.
4. Cari soal yang bobotnya
susah
Misalkan
di suatu LKS (Lembar Kerja Siswa) ada soal yang lebih susah dibandingkan soal
yang lainnya. Kerjakan duku sebisanya, kalau sudah ngestuck, tanya kepada guru. Atau, kalau lagi jalan ke toko buku, cari
tuh buku-buku soal... Oh ya,
manfaatin juga internet untuk mencari soal-soal tingkat tinggi.
5. Ikut bimbel
Kalau
kalian punya uang lebih, uang itu bisa dimanfaatin buat ikut bimbel. Apa lagi
yang merasa nilainya kurang, dan kadang ga nyaman sama cara ngajar guru. Di
bimbel kita juga ada kerja kelompok, diskusi, dan lumayan juga buat nambah
temen. J
6. Jangan benci gurunya
Emang
sih, kadang guru tuh ga sesuai sama permintaan kita. Apa lagi kalau kita udah
ngerjain tugas sampe larut-larut malam, eh tau-taunya dinililai asal-asalan. Kan
pasti bete banget. Sebel sih emang,
tapi guru kan juga manusia. Dan juga fikir dulu, apa untungnya dari kita kalo
kita sebel sama guru itu? Malah kita yang dapet rugi kan?
Solusi
gampangnya, minta ajarin temen di waktu luang.
7. Jangan dibawa STRESS!
“Banyak
pr nih!” “Dikira PR ga stress apa?” “Emang gurunya tau apa kita tidur jam
berapa?” udah sering banget deh denger
kata-kata kaya gitu. Memang sih pr itu konsekuensi jadi murid, tapi ga usah
terlalu dibawa stress. Jalan keluarnya, JANGAN MENUNDA-NUNDA UNTUK MENGERJAKAN
PR.kalau ada free-class atau di waktu
istirahat.
8. Perbanyak ibadah
Mendekatkan
diri dengan tuhan tuh perlu banget. Karena hidup itu ga cuma kita yang ngatur,
ada Tuhan Yang Maha Esa di atas sana yang mengatur. Kalau Tuhan ga menghendaki
kita naik kelas, gimana tuh? Jangan sampe ya...
Nah gimana nih tipsnya? Berani coba? Di dunia ini ga ada yang ga
perlu pengorbanan. Ga ada yang langsung secara instan kita bisa dapat apa yang
kita inginkan. Ayo perbaikilah cara belajar kalian!!!
Caranya agar di kelas nggak ngantuk
Dalam kurikulum 2013 ini, siswa dituntut untuk masuk ke
sekolah pukul 06.30 dan kembali pukul 15.00 atau lebih. Belum lagi ada kegiatan
ekskul, bimbel, tugas kelompok, atau tugas individu. Hal itu kadang menyebabkan
siswa tidur larut dan disekolah mengantuk, sehingga pelajaran yang disampaikan
tidak tertangkap.
Kalo gitu, gimana ya caranya biar di kelas nggak ngantuk dan
bisa fokus sama materi yang diberikan guru?
Kalian
bisa coba tips ini deh buat mengatasi ngantuk saat belajar dikelas!!! Semoga
bermanfaat yaa
1. Posisi duduk
Guys, biar nggak ngantuk dalam belajar, perhatiin yang namanya posisi duduk. Selain
biar nggak ngantuk, posisi duduk juga mempengaruhi kesehatan tulang seperti yang
kalian ketahui. Kaya gini nih posisi duduk yang benar.
2.
Relaksasi sebentar
Kadang dalam
menyimak materi, lama-kelamaan kita bosan dan merasa badan pegal. Nah, disaat
itu kita dapat merilekskan diri, caranya atur nafas, ambil nafas-tahan-buang,
lakukan 3 kali. Lalu putarkan kepala sebentar, seperti pada pemanasan saat
olahraga. sebentar saja lohh!!
3. Cuci Muka
Kalo ngantuknya udah akut, minta izin sebentar ke guru buat ke toilet. Cuci
muka sampe seenggaknya ngantuknya berkurang. Kalo perlu, buang air kecil biar
makin rileks! Jangan lama-lama ya di toilet
4.
Interaktif
Biar gak ngantuk dan gak
bosan juga nih. Kalian bisa aktif di kelas saat KBM berlangsung, kalo guru
jelasin anggap aja kaya lagi ngobrolin sesuatu yang asik sama guru. Kalo kurang
paham nanya, kalo ada guru kasih soal bisa jawab, otmatis kita nggak ngantuk dan kita
bisa mewujudkan tujuan dari kurikulum 2013 itu sendiri.
Tips Agar Dapat Tidur Nyenyak
Sudah teraturkah tidur malam anda...???.
Tidur cukup dan teratur setiap malam menjadi sebuah keharusan setiap orang
untuk meningkatkan kesehatan tubuhnya. Kurang bersemangat dan terlihat lesu
dipagi hari merupakan dua gejala yang terlihat jelas saat jam tidur malam
berantakan. Idealnya, delapan jam merupakan waktu yang diperlukan oleh tubuh
untuk beristirahat tiap malamnya. Sehingga keesokan harinya dapat bangun lebih
awal dengan semangat baru dan penuh gairah bekerja dan beraktivitas. Berbagai
tips unik menjurus aneh dapat anda terapkan untuk tidur teratur setiap malam.
Lalu, apa saja tips unik agar tidur teratur setiap malam...???
Agar tidur teratur setiap malam, kita
harusnya juga mengetahui berbagai faktor penyebab jam tidur malam tidak
teratur. Asyik menonton televisi hingga larut malam, bermain komputer serta
mengakses internet hingga lupa waktu maupun mengobrol dengan seseorang hingga
dini hari merupakan beberapa faktor yang merusak jam tidur malam anda. Berbagai
tips dapat anda terapkan agar tubuh dan pikiran anda dapat beristirahat total
setiap malam hari.
Tips kesehatan,
berikut ini tips unik agar tidur teratur setiap malam :
1.
Atur timer televisi untuk
mematikan televisi secara otomatis. Anda dapat mengatur berapa lama anda harus
menonton televisi setiap malamnya. Sehingga ketika televisi mati secara
otomatis, maka pertanda jam tidur malam anda dimulai.
2. Manfaatkan
Alarm Waktu Pada Ponsel Anda. Dengan mengatur waktu bunyi di alarm pada ponsel
anda, maka dengan mudah pula dapat mengatur jam tidur dan bangun anda setiap
hari dengan tepat.
3.
Sigkirkan Gadget Dari
Tempat Tidur. Saat merebahkan tubuh untuk tidur, seringkali kita ingin membuka
gadget (ponsel, laptop dan lainnya), maka sebaiknya tempatkan gadget jauh dari
tempat tidur anda.
4.
Pakailah Penutup Pada
Mata Anda. Tidak sedikit dari kita, sulit memejamkan mata meskipun malam telah
larut. Oleh karena itulah, tutuplah mata anda dengan kain tipis untuk memaksa
mata terpejam. Tips ini akan membuat seseorang tertidur dengan sendirinya.
5.
Tali Pergelangan
Tangan Anda. Dengan mengikat pergelangan tangan anda pada tali yang
dihubungakan pada kayu ranjang, maka niat untuk meninggalkan ranjangpun tidak
akan dilakukan, meskipun ada acara favorit yang sayang untuk dilewatkan. (Tapi
jangan mengikat pergelangan tangan dengan tali dengan kuat ).
6.
Jadikan Tidur Malam
Sebagai Kegiatan Menabung Energi. Semakin cukup energi yang terisi di tubuh
anda, maka aktivitas atau kerja yang dilakukan pada esok harinya akan berjalan
optimal dan penuh semangat yang tinggi pula.
7.
Jadikan Tidur Malam
Sebagai Pembayar Hutang. Jadikan waktu tidur malam sebagai wujud cinta dan
pedulinya pada tubuh yang anda miliki. Sehingga tidur malam yang anda lakukan
sebagai pembayar hutang yang sangat adil bagi tubuh, karena sudah menemani anda
sepanjang hari.
SEJARAH DAN KRONOLOGIS PERISTIWA G 30 S/PKI
Sebenarnya Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah lama
meniupkan hawa perlawanan dan pemberontakan terhadap Indonesia.Kelompok ini
bersikeras untuk mengganti dasar negara Republik Indonesia, yakni Pancasila
menjadi negara yang berdasar asas komunis.Perlawanan PKI yang tidak diterima
oleh setiap kalangan ini, menjadikan kelompok ini merencanakan sebuah rencana
yang besar.
KRONOLOGIS PENUMPASAN PKI
1. Tanggal 1
Oktober 1965
Operasi penumpasan G 30 S/PKI dimulai sejak tanggal 1
Oktober 1965 sore hari. Gedung RRI pusat dan Kantor Pusat Telekomunikasi dapat
direbut kembali tanpa pertumpahan darah oleh satuan RPKAD di bawah pimpinan
Kolonel Sarwo Edhi Wibowo, pasukan Para Kujang/328 Siliwangi, dan dibantu
pasukan kavaleri. Setelah diketahui bahwa basis G 30 S/PKI berada di sekitar
Halim Perdana Kusuma, sasaran diarahkan ke sana.
2. Tanggal 2
Oktober 1965
Pada tanggal 2 Oktober, Halim Perdana Kusuma diserang
oleh satuan RPKAD di bawah komando Kolonel Sarwo Edhi Wibowo atas perintah
Mayjen Soeharto.Pada pikul 12.00 siang, seluruh tempat itu telah berhasil
dikuasai oleh TNI – AD.
3. Tanggal 3
Oktober 1965
Pada hari Minggu tanggal 3 Oktober 1965, pasukan RPKAD
yang dipimpin oleh Mayor C.I Santoso berhasil menguasai daerah Lubang
Buaya.Setelah usaha pencarian perwira TNI – AD dipergiat dan atas petunjuk
Kopral Satu Polisi Sukirman yang menjadi tawanan G 30 S/PKI, tetapi berhasil
melarikan diri didapat keterangan bahwa para perwira TNI – AD tersebut dibawah
ke Lubang Buaya. Karena daerah terebut diselidiki secara intensif, akhirnya
pada tanggal 3 Oktober 1965 titemukan tempat para perwira yang diculik dan
dibunuh tersebut.. Mayat para perwira itu dimasukkan ke dalam sebuah sumur yang
bergaris tengah ¾ meter dengan kedalaman kira – kira 12 meter, yang kemudian
dikenal dengan nama Sumur Lubang Buaya.
4. Tanggal 4
Oktober 1965
Pada tanggal 4 Oktober, penggalian Sumur Lubang Buaya dilanjutkan
kembali (karena ditunda pada tanggal 13 Oktober pukul 17.00 WIB hingga keesokan
hari) yang diteruskan oleh pasukan Para Amfibi KKO – AL dengan disaksikan
pimpinan sementara TNI – AD Mayjen Soeharto. Jenazah para perwira setelah dapat
diangkat dari sumur tua tersebut terlihat adanya kerusakan fisik yang
sedemikian rupa.Hal inilah yang menjadi saksi bisu bagi bangsa Indonesia betapa
kejamnya siksaan yang mereka alami sebelum wafat.
5. Tanggal 5
Oktober 1965
Pada tanggal 5 Oktober, jenazah para perwira TNI – AD
tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata yang sebelumnya
disemayamkan di Markas Besar Angkatan Darat.
6. Pada tanggal
6 Oktober, dengan surat keputusan pemerintah yang diambil dalam Sidang Kabinet
Dwikora, para perwira TNI – AD tersebut ditetapakan sebagai Pahlawan Revolusi.
Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S
PKI adalah sebuah kejadian yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana
enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh
dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha kudeta yang
dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.
Latar Belakang
PKI merupakan partai Stalinis yang terbesar di seluruh
dunia, di luar Tiongkok dan Uni Sovyet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta,
ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan
serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan
Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita
(Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI
mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.
Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno
menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan dukungan
penuh dari PKI.Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para
jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem
"Demokrasi Terpimpin".PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin"
Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan
Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.
Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi
antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan
pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan
masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak.Pendapatan ekspor menurun,
foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer
menjadi wabah.
PKI telah menguasai banyak dari organisasi massa yang
dibentuk Soekarno untuk memperkuat dukungan untuk rezim Demokrasi Terpimpin
dan, dengan persetujuan dari Soekarno, memulai kampanye untuk membentuk
"Angkatan Kelima" dengan mempersenjatai pendukungnya. Para petinggi
militer menentang hal ini.
Dari tahun 1963, kepemimpinan PKI makin lama makin
berusaha menghindari bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dan polisi dan
militer.Pemimpin-pemimpin PKI mementingkan "kepentingan bersama"
polisi dan "rakyat".Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan
"Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". Di bulan Agustus 1964, Aidit
menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari "sikap-sikap
sektarian" kepada angkatan bersenjata, mengimbau semua pengarang dan seniman
sayap-kiri untuk membuat "massa tentara" subyek karya-karya mereka.
Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ratusan ribu petani
bergerak merampas tanah dari para tuan tanah besar. Bentrokan-bentrokan besar
terjadi antara mereka dan polisi dan para pemilik tanah.Untuk mencegah
berkembangnya konfrontasi revolusioner itu, PKI mengimbau semua pendukungnya
untuk mencegah pertentangan menggunakan kekerasan terhadap para pemilik tanah
dan untuk meningkatkan kerjasama dengan unsur-unsur lain, termasuk angkatan bersenjata.
Pada permulaan 1965, para buruh mulai menyita
perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik AS.Kepemimpinan PKI menjawab ini
dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. Pada waktu yang sama,
jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet.
Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para
petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini, tetapi mereka terus mendorong
ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian
dari revolusi demokratis "rakyat".
Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah
angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan
persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan
unsur-unsur masyarakat Indonesia, termasuk para komunis".
Rejim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja
dengan melarang aksi-aksi mogok di industri.Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan
karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM.
Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan
untuk pembentukan rejim militer, menyatakan keperluan untuk pendirian
"angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata, yang terdiri dari
pekerja dan petani yang bersenjata. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa
yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu,
kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin
mendalam ini dalam batas-batas hukum kapitalis negara. Mereka, depan
jendral-jendral militer, berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat
negara. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa
"NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan
bekerjasama untuk menciptakan "angkatan kelima". Kepemimpinan PKI
tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia.Di bulan
Mei 1965, Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara
sedang diubah untuk memecilkan aspek anti-rakyat dalam alat-alat negara.
Peristiwa
Pada 30 September 1965, enam jendral senior dan beberapa
orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal
istana (Cakrabirawa) yang loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh
Letkol. Untung.Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen
Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut.
Korban
Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:
• Panglima
Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani,
• Mayjen TNI R.
Suprapto
• Mayjen TNI
M.T. Haryono
• Mayjen TNI
Siswondo Parman
• Brigjen TNI DI
Panjaitan
• Brigjen TNI
Sutoyo Siswomiharjo
Jenderal TNI A.H. Nasution juga disebut sebagai salah
seorang target namun dia selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya,
putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tandean
tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.
Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi
korban:
• AIP Karel
Satsuit Tubun
• Brigjen
Katamso Darmokusumo
• Kolonel
Sugiono
Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di
Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya.Mayat mereka ditemukan
pada 3 Oktober.
Pasca kejadian
Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris
jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para
"pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di
Jakarta untuk mencari perlindungan.
Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk
menciptakan "persatuan nasional", yaitu persatuan antara angkatan
bersenjata dan para korbannya, dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari
Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi
massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan
angkatan bersenjata. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama
"Tribune".
Pada tanggal 12 Oktober 1965, pemimpin-pemimpin
Uni-Sovyet Brezhnev, Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno:
"Kita dan rekan-rekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda
telah membaik...Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio
kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari
kekacauan...Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam."
Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan
Februari 1966, perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka
untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang
dituduh sebagai PKI, yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia.Pendirian
mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. Parlemen Indonesia mengesahkan
resolusi pada tanggal 11 Februari, menyatakan "penghargaan penuh"
atas usaha-usaha perwakilan-perwakilan dari Nepal, Mongolia, Uni-Sovyet dan
negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika, Asia dan
Amerika Latin, yang berhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner
apa yang dinamakan pergerakan 30 September, dan para pemimpin dan pelindung
mereka, untuk bercampur-tangan di dalam urusan dalam negeri Indonesia."
Lima bulan setelah itu, pada tanggal 11 Maret 1966,
Sukarno memberi Suharto kekuasaan tak terbatas melalui Surat Perintah Sebelas Maret.Ia
memerintah Suharto untuk mengambil "langkah-langkah yang sesuai"
untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi dan
wibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Suharto untuk
melarang PKI.Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Sukarno dipertahankan
sebagai presiden tituler diktatur militer itu sampai Maret 1967. Kepemimpinan
PKI terus mengimbau massa agar menuruti kewenangan rejim Sukarno-Suharto.
Aidit, yang telah melarikan diri, ditangkap dan dibunuh oleh TNI pada tanggal
24 November, tetapi pekerjaannya diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto.
Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini, semua anggota
dan pendukung PKI, atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan
PKI, semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan
petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk
disiksa dan diinterogasi. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah,
Jawa Timur dan Bali.Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan
persis - perkiraan yang konservatif menyebutkan 500.000 orang, sementara
lainnya 2.000.000 orang.Namun diduga setidak-tidaknya satu juta orang menjadi
korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu.
Dihasut dan
dibantu oleh tentara, kelompok-kelompok pemuda dari organisasi-organisasi
muslim sayap-kanan melakukan pembunuhan-pembunuhan massa, terutama di Jawa
Tengah dan Jawa Timur. Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat
Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu
"terbendung mayat".
Pada akhir 1965, antara 500.000 dan satu juta
anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan
puluhan ribu dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi, tanpa adanya perlawanan
sama sekali. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA menangkapi semua
anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji
terhadap mereka, majalah "Time" memberitakan:
"Pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala
yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang
serius di Sumatra Utara, di mana udara yang lembab membawa bau mayat
membusuk.Orang-orang dari daerah-daerah ini bercerita kepada kita tentang
sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat.Transportasi
sungai menjadi terhambat secara serius."
Di Pulau Bali, yang sebelum itu dianggap sebagai kubu
PKI, paling sedikit 35.000 orang menjadi korban di permulaan 1966. Di sana para
Tamin, pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia, adalah pelaku
pembunuhan-pembunuhan ini. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine
Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam
galian-galian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak
berani meninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus. Di
daerah-daerah lain, para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka
untuk membuktikan kesetiaan mereka. Di kota-kota besar pemburuan-pemburuan
rasialis "anti-Cina" terjadi.Pekerja-pekerja dan pegawai-pegawai
pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadian
kontra-revolusioner ini dipecat.
Paling sedikit 250,000 orang pekerja dan petani
dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi.Diperkirakan sekitar 110,000 orang masih
dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. Eksekusi-eksekusi masih
dilakukan sampai sekarang, termasuk beberapa dozen sejak tahun 1980-an. Empat
tapol, Johannes Surono Hadiwiyino, Safar Suryanto, Simon Petrus Sulaeman dan
Nobertus Rohayan, dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu.
Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati
sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September.Hari berikutnya, 1 Oktober,
ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.Pada masa pemerintahan Soeharto,
biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh
stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September.Selain itu
pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila
Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan
revolusi di TMP Kalibata.Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah
tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.
Pada 29 September - 4 Oktober 2006, diadakan rangkaian
acara peringatan untuk mengenang peristiwa pembunuhan terhadap ratusan ribu
hingga jutaan jiwa di berbagai pelosok Indonesia.Acara
yang bertajuk "Pekan Seni Budaya dalam rangka memperingati 40 tahun
tragedi kemanusiaan 1965" ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Indonesia, Depok. Selain civitas academica Universitas Indonesia,
acara itu juga dihadiri para korban tragedi kemanusiaan 1965, antara lain
Setiadi, Murad Aidit, Haryo Sasongko, Sasmaja, dan Putmainah.
Adelia
Syifa X-IIS 2
Gue mengecam banget yang namanya g30spki. Gak
berperikemanusiaan banget, orang-orang yang gak sependapat dengan mereka main
dibunuh gitu aja, bahkan disiksa dulu. Yang lebih jahat lagi, anak seorang
pahlawan aja juga ikut dibunuh, padahal kan gak ada masalah apa-apa. Miris
banget. Bagus banget yang namanya gerakan-gerakan komunis itu udah dilarang
secara tegas di indonesia.
Shafia Tasya
Karani X-IIS 2
Pendapat gue
sih sumpah itu ngeri nggak berperikemanusiaan banget. Sama aja sih itu
melanggar hak asasi pribadi yang diajarin di pkn. Dan menurut gue kalau
seandainya ada orang ataupun organisasi yang ngelakuin kekerasan kaya gitu lagi
harus DIADILI dengan benar dan harus dapat hukuman yang setimpal. Gue berharap
sih jangan sampe kejadian kaya ini terulang lagi baik di negara lain maupun
negara sendiri
Raysha Nanda
XI-IIS 3
Semoga
dengan memperingati hari g30spki seluruh generasi di indonesia terutama kita
sebagai pelajar, dapat kebali mengingat sejarah bahwa dalam mempertahankan
kemerdekaan tidak mudah dan banyak hal yang harus di korbankan termasuk nyawa.
So, semoga kita bisa lebih menghargai pengorbanan dan hak hak setiap individu.
Gina Lutfia
X-IIS 2
Kalo menurut
gue sih, perlakuan mereka terhadap para jenderal bener-bener sama sekali gak
berkeprimanusiaan banget. Harus dibuat hukuman yang setimpal buat mereka yang
ngelakuin. Pokoknya jangan sampe kejadian tragis kaya gitu terulang lagi.
Serius itu sadis banget gak tega juga sih baca ceritanya. Ya gue berharap aja
dengan adanya zaman modern “nothing do that anymore”.
Dinda
Galih Purwaningrum XI-IIS 3
Kalau
menurut aku sih g30spki itu ngerugiin gitu deh,yang gak salah aja jadi korban.
Menurut aku biar gak terjadi gitu lagi ya pemerintah/pihak berwajibnya harus
tegas ngurusnya gak boleh setengah-setengah.
Noveria Dian
Pertiwi X-IIS 2
G30SPKI itu
pelukanya ibarat musuh dalam selimut.. Soalnya yang ngelakuin kekejama itu kan
orang-orang bangsa indonesia sendiri, dan kekejaman itu dilakukan terhadap
bangsa Indonesia. Nah itu kan sama aja menjajah negara sendiri.. Mereka juga
membunuh pemimpin-pemimpin bangsa kayak Jend. Ahmad Yani, Pierre Tendean dll.
Pokoknya parah deh..Ya untuk ke depannya persatuan dan kesatuan bangsa harus
lebih dieratkan lagi agar nggak terjadi hal-hal kayak gitu..Oh iya, ingat
teman-teman! Setiap tanggal 1 Oktober adalah hari Kesaktian Pancasila, jadi
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetaplah berpegang teguh pada
Pancasila sebagai dasar pedoman hidup bangsa Indonesia agar dapat terhindar
dari hal-hal yang dapat memecah bangsa Indonesia.. Terima Kasih
G 30 S PKI
G 30 S PKI Sebuah
pengkhianatan terbesar yang dialami bangsa Indonesia, Gerakan 30 September 1965
/ PKI atau G30S/PKI. Peristiwa G 30 S PKI terjadi pada malam hari tepat
waktunya saat pergantian dari tanggal 30 September hari Kamis, menjadi 1
Oktober pada hari Jumat tahun 1965 tepat tengah malam dengan melibatkan Pasukan
Cakrabirawa dan Anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).
Gerakan
ini bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan menginginkan
pemerintahan Indonesia menjadi pemerintahan komunis. Gerakan 30 S PK I dipimpin oleh ketua
saat itu, yaitu Dipa Nusantara Aidit
atau sering dikenal dengan nama DN. Aidit. DN. Aidit gencar memberikan hasutan
kepada seluruh masyarakat supaya mendukung PKI dengan iming-iming Indonesia
akan lebih maju dan sentosa. DN. Aidit menurut pakar sejarah pada masa rezim
Presiden Soeharto merupakan dalang utama gerakan 30 S PKI.
Gerakan 30 S PKI bergerak atas satu komando
yang dipimpin oleh Komandan Batalyon I Cakrabirawa, Letnan Kolonel Untung
Syamsuri. Gerakan ini dimulai dari Jakarta dan Yogyakarta, gerakan ini
mengincar Dewan Jendral dan Perwira Tinggi. Awal mula gerakan ini hanya
bermaksud menculik dan membawa para Jendral dan perwira tinggi ke Lubang Buaya.
Namun, ada beberapa prajurit Cakrabirawa yang memutuskan untuk membunuh Dewan
Jendral dan perwira tinggi. Jendral yang dibantai oleh PKI diantaranya Jendral
Ahmad Yani dan Karel Satsuit Tubun. Sisa Jendral dan perwira tinggi meninggal
dunia secara perlahan karena luka penyiksaan di Lubang Buaya.
English :
G 30 S PKI An ultimate betrayal experienced by
the nation of Indonesia, 30 September 1965 Movement / PKI or G30S / PKI. G 30 S
PKI events occur at night right time at the turn of September 30 Thursday, be
on Friday October 1st 1965 at midnight involving forces and Member Cakrabirawa
Indonesian Communist Party (PKI).
This
movement aims to overthrow the government of President Sukarno and the
Indonesian government wants into the communist government . Gerakan 30 S PK I
was led by the chairman at the time, namely Dipa Nusantara Aidit or commonly
known as DN. Aidit. DN. Aidit intensively give incitement to the entire
community that supports PKI with the lure of Indonesia will be more advanced
and prosperous. DN. Aidit according to historians at President Soehartoe’s
regime is the main mastermind behind gerakan 30 S PKI.
Gerakan 30
S PKI move up one command, led by Battalion Commander I Cakrabirawa, Lieutenant
Colonel Untung Syamsuri. This movement started from Jakarta and Yogyakarta, the
movement is targeting the General Council and Senior Officer. Beginning of this
movement is only intended to kidnap and bring the General and senior officers
to Lubang Buaya. However, there are some soldiers who decided to kill Cakrabirawa
General Council and senior officers. General were massacred by the PKI
including General Ahmad Yani and Karel Satsuit Tubun. Remaining General and
senior officers died slowly because
wounds of torture in Lubang Buaya
Subscribe to:
Posts (Atom)